Kamis, 07 Februari 2013 - 10:13:55 WIB
Konsep tata ruang kreasi mahasiswa UNS masuk tiga besar dunia
Diposting oleh : Administrator
Kategori: karir - Dibaca: 248177 kali

Mereka adalah Addina Nur Amalia, 25, dan Bima Pratama Putra, 22. Keduanya berkolaborasi dengan mahasiswa Massachusetts Institute of Technology (MIT) AS, Stephen Kennedy dan Alice Shay, membuat sebuah konsep tata ruang di pinggir sungai.

Bima mengungkapkan ketika mengetahui ada kompetisi tingkat internasional yang diselenggarakan sebuah perusahaan terkemuka, Aecom, mereka berempat mencoba membuat sebuah konsep. Tepat saat tenggat hari terakhir pengiriman konsep, 29 Juli 2011, mereka mengirimkan konsep berjudul Firm Foundation (Decreasing Vulnerability With Self-Reliant Urban Design for Riverfront Housing) in Banjarmasin, Indonesia.

“Dari 850 pendaftar, akhirnya hanya 190 tim dari 25 negara yang mengirimkan karyanya. Dari jumlah itu disaring menjadi 45 besar, lalu 10 besar, lalu tiga besar. Ternyata konsep yang kita buat bisa masuk dalam tiga besar,” jelasnya kepada wartawan di Kantor Humas dan Kerja Sama UNS, Senin (17/10/2011).

Addina menerangkan mereka memilih daerah Banjarmasin karena sebelumnya pernah ke daerah tersebut dan melihat adanya peluang untuk membuat konsep yang menarik guna mengikuti Aecom Urban SOS (Save Our Soul), An Open Ideas Student Competition. “Kebetulan tema kompetisi adalah air. Sedangkan masyarakat Banjarmasin hidup di lingkungan air,” ujarnya.

Bima mengatakan dari 10 hal yang ditentukan panitia kompetisi, tim UNS dan MIT bisa menggarap enam isu dalam konsep tersebut. Yaitu infrastruktur, sanitasi, transportasi, public health, upaya kurangi abrasi dan penjernihan air.

Dalam konsep tersebut, urainya, tim UNS dan MIT menawarkan sebuah konsep tentang pembuatan pondasi pinggir sungai dengan model batu bronjong. Yaitu batu-batu sungai yang ditata dalam sebuah bronjong yang terbuat dari kawat besi. Tujuannya untuk mengurangi abrasi terhadap hunian di pinggir sungai. “Dari model pondasi pinggir sungai dengan batu bronjong itu, nantinya bisa muncul ruang-ruang baru. Misalnya sebagai tempat sandaran kapal sehingga bisa menjadi penghubung sarana transportasi yang ada di darat dan laut,” jelasnya.

Selain itu, imbuhnya, diharapkan desain itu juga berimbas pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Pasalnya lahan yang ada di sekitarnya bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk bertani atau berdagang, bahkan tempat bermain anak.

Atas prestasi tersebut, terang Addina, mereka diundang untuk melakukan presentasi konsep di London, Inggris, 10 November mendatang. Tim UNS dan MIT ini akan bersaing dengan tim dari Taiwan dan tim kolaborasi Hawai dan Korea. “Untuk persiapan presentasi, rencananya kita akan segera ke Banjarmasin. Misalnya untuk perancangan segi pembiayaan, kita perlu tahu secara detail berapa biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan konsep tersebut,” terangnya.

Nantinya, kata Bima, pemenang akan mendapatkan hadiah US$15.000 dan US$25.000 untuk pilot project perwujudan konsep tersebut. “Setelah presentasi, baru diketahui tim mana yang menjadi juara I, II dan III,” jelasnya. (Sumber : Solo POS, 17 Oktober 2011).

 
 
 
 



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)